Sabtu, 16 Juni 2012

photo 2 gambar

photo 2 gambar









mau liat klik disini

photo 2 warna

photo 2 warna










mau liat klik di sini 

poster kesehatan

poster kesehatan












mau lihat klik di sini

MALWARE

Di sini saya akan sedikit memberi tahu tentang malware ... heehhehe ....

Apa itu Malware ????????
Malware adalah suatu perangkat lunak yang yang dibuat untuk menganggu sistem pada komputer, biasanya malware menyerang diam-diam tanpa sepengetahuan pemilik komputer.

Ada beberapa macam malware, apa aja yaw yuk kita lihat :
1. Virus
    inilah salah satu yang sering dipakai untuk seluruh jenis perangkat lunak yang menganggu komputer.
2. Warm
     kayak nama cacing ea ... ea ni sebenarnya nama cacing yang memiliki arti sebuah program yang berdiri
     sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk menyebarkan dirinya.
3. Wabbit
    wabbit tidak membutuhkan suatu program dan dokumen untuk bersarang.
4. Keylongger
    hati-hati kalau internetan di warnet .. bisa saja pada komputer sudah di pasang perangkat lunak yang
    dikenal dengan istilah keylongger yang mencatat semua tekanan tombol keyboard.
5. Browser Hijacker
    ini suatu gangguan komputer yang paling parah karena untuk pembajakan dan suatu untuk mengubah
    pengaturan browser.
6.Troya
   suatu malware yang berguna,yang menghibur, yang menyelamatkan, padahal dibalik itu yang merusak
7. Spyware
    perangkat lunak yang mengumpulkan dan mengirim informasi tentang pengguna computer tanpa diketahui
    oleh si pengguna itu.
8. Backdoor
    ini sama dengan Ratware adalah sebutan untuk backdoor yang mengubah komputer menjadi zombie yang
    mengirim spam.Backdoor juga mampu untuk mengacaukan lalu lintas jaringan, melakukan brute force
    untuk meng-crack password dan enkripsi dan mendistribusikan serangan distributed denial of service.
9. Dialer
    suatu perangkat yang menghubungkan compuer ke internet guna mengirimkan informasi yang didapat oleh
    keylongger.
10.Exploint dan rootkit
     Exploint adalah perangkat lunak yang menyerang kerapuhan keamanan yang spesifik namun tdak selalu
     bertujuan untuk melancarkan aksi yang tidak diinginkan.
     rootkit berguna untuk menghapus jejak penyerangan, seperti menghapus log, dan menyembunyikan
     proses malware itu sendiri.

Sekarang sudah dikenal dua malware yang menyerang android :
Yang pertama adalah varian DroidDream Light yang sebelumnya sempat menyerang tidak kurang dari 120.000 pengguna ponsel berplatform Android.
Yang kedua dikenal dengan nama Zitmo, serangan ini dilaporkan lebih serius, malware ini mampu mencuri
password bank dan melakukan transaksi dengan password tersebut tanpa disadari pemiliknya. Setidaknya sudah 5.000 ponsel Android yang terinfeksi malware ini.



Kamis, 07 Juni 2012

Cara Pemeriksaan Trichomonas Vaginalis


Pemeriksaan Laboratorium
Cara pengambilan spesimen pada wanita, yaitu spesimen berupa hapusan forniks posterior dan anterior yang diambil dengan lidi kapas atau sengkelit steril. Hendaknya spekulum yang dipakai jangan memakai pelumas. Pada pria, spesimen yang diambil dengan mengerok (scraping) dinding uretra secara hari-hati dengan menggunakan sengkelit steril. Pengambilan spesimen sebaiknya dilakukan sebelum kencing pertama.
Bila parasit tidak ditemukan, maka dilakukan pengambilan spesimen berupa sedimen dari 20 cc pertama urin pertama pagi-pagi. Spesimen tersebut, terutama yang diambil setelah masase prostat dapat menghasilkan 15% hasil positif pada kasus-kasus yang tidak terdiagnosis dengan pemeriksaan spesimen uretra. Pada spesimen tersebut dilakukan pemeriksaan :
1. Sediaan Langsung (Sediaan Basah)
Lidi kapas dicelupkan ke dalam 1 cc garam fisiologis, dikocok. Satu tetes larutan tersebut diteteskan pada gelas objek, kemudian ditutup dengan kaca penutup. Spesimen pada ujung sengkelit dimasukkan pada satu tetes garam fisiologis yang telah diletakkan pada kaca objek.
Sebelum diamati sediaan dipanaskan sebentar dengan hati-hati, untuk meningkatkan pergerakan T. vaginalis. Pada pemeriksaan diperhatikan pula jumlah leukosit.
2. Sediaan Tidak Langsung
Bila pada sediaan langsung tidak ditemukan kuman penyebab, maka dilakukan biakan pada media Feinberg atau Kupferberg. Biakan diperlukan pada pemeriksaan kasus-kasus asimtomatik. Enam puluh persen spesimen yang diambil dari uretra pria dengan trikomoniasis akan menghasilkan biakan positif.
Dikemukan bahwa hasil positif pada pemeriksaan sediaan basah pada wanita berkisar antara 40-80%, sedangkan biakan berkisar antara 95%. Biakan 10-15% lebih sensitif dari sediaan basah. Berdasarkan hal tersebut biakan masih tetap merupakan pemeriksaan yang dianjurkan untuk menunjang diagnosis trikomoniasis.
Tabel 2. Prevalensi hasil pemeriksaan laboratorium pada penderita trikomoniasis.
Jenis pemeriksaan
Prevalensi (%)
pH > 4,5
Sniff test positif
Sediaan basah
Leukosit meningkat
Trichomonas dengan pergerakan khas
Fluorescent antibody
Pengecatan
Gram
Acridine orange
Giemsa
Pap smear
66 – 91
˜ 75
˜ 75
40 – 80
89 – 90
< 1
˜ 60
˜ 50
56 – 70


Rabu, 06 Juni 2012

Cara Diet Sehat dan Tips Diet



       Cara diet sehat dan cepat – Sebenernya cara diet sehat dan cepat dapat dirangkum menjadi dua aktifitas utama yaitu olahraga dan pola makan, namun dua aktifitas tersebut dapat di jabarkan kepada pola hidup sehat serta aktifitas sehari hari yang kita lakukan.
        Berikut ini akan kami sampaikan tips / cara diet sehat dan cepat yang dapat dicoba. Semakin banyak Anda berhasil menjalankan tips diet sehat di bawah ini Anda dapat berharap semakin cepat pula perkembangan diet Anda.

Tips/cara diet sehat dan cepat

  • 600 kalori dapat dengan mudah masuk ke dalam perut dengan menyantap kue kering dan snack. Cobalah untuk membatasi menyantap snack dan kue kering.
  • Daripada mengkonsumsi soup ber-cream , pilihlah soup dengan kuah tanpa cream. Cream akan menambah kalori pada makanan Anda.
  • Daripada anda membeli makan di luar, Akan lebih baik jika Anda membawa makanan dari rumah. Membawa makanan dari rumah secara tidak langsung akan membantu membatasi makan siang Anda. Anda sering lapar perut melihat makanan makanan lezat yang terpajang di luaran bukan? :)
  • Ketika makan usahakan menyantap makanan yang rendah kalori terlebih dahulu baru kemudia ke makanan yang berkalori lebih. Dahulukan sayur/buah terlebih dahulu baru kemudian nasi dan lauk pauk nya.
  • Gunakan piring yang lebih kecil dari biasanya. piring yang lebih kecil secara tidak langsung akan membatu anda memasukkan sedikit kalori ke tubuh anda karena seolah olah anda telah makan 1 piring penuh padahal piring Anda yang sebenarnya berukuran kecil.
  • Kunyah makanan Anda secara perlahan lahan. langkah ini cukup efektif untuk membuat Anda lebih cepat kenyang sehingga bisa dikatakan langkah ini efektif sebagai cara diet sehat dan cepat.
  • Kurangi penggunaan garam
  • Minum Air putih 8 gelas per hari. Ini adalah jumlah minimal.
  • Hindari makanan cepat saji.
  • Olahraga terbaik untuk diet adalah olahraga aerobik.
  • Jangan melewatkan makan utama. makanlah 3x sehari , jangan kurang dari itu. makan 2 x sehari bukanlah cara diet sehat yang benar.


Trichomonas Vaginalis


       Trichomonas vaginalis is an anaerobic, flagellated protozoan, a form of microorganism The parasitic microorganism is the causative agent of trichomoniasis, and is the most common pathogenic protozoan infection of humans in industrialized countries. Infection rates between men and women are the same with women showing symptoms while infections in men are usually asymptomatic. Transmission takes place directly because the trophozoite does not have a cyst. The WHO has estimated that 160 million cases of infection are acquired annually worldwide. The estimates for North America alone are between 5 and 8 million new infections each year, with an estimated rate of asymptomatic cases as high as 50%. Usually treatment consists of metronidazole and tinidazole.

Clinical

Mechanism of Infection

     Trichomonas vaginalis, a parasitic protozoan, is the etiologic agent of trichomoniasis, and is a sexually transmitted disease. More than 160 million people worldwide are annually infected by this protozoan.

Symptoms

     Trichomoniasis, a sexually transmitted infection of the urogenital tract, is a common cause of vaginitis in women, while men with this infection can display symptoms of urethritis.

Complications

      Some of the complications of T. vaginalis in women include: preterm delivery, low birth weight, and increased mortality as well as predisposing to HIV infection, AIDS, and cervical cancer.T. vaginalis has also been reported in the urinary tract, fallopian tubes, and pelvis and can cause pneumonia, bronchitis, and oral lesions. Condoms are effective at reducing, but not wholly preventing, transmission. Ten percent of women with the infection will have a "strawberry" cervix or vagina on examination.
Recent research also suggests a link between T. vaginalis infection in males and subsequent aggressive prostate cancer.

Diagnosis

       Classically, with a cervical smear, infected women have a transparent "halo" around their superficial cell nucleus. It is unreliably detected by studying a genital discharge or with a cervical smear because of their low sensitivity. T. vaginalis was traditionally diagnosed via a wet mount, in which "corkscrew" motility was observed. Currently, the most common method of diagnosis is via overnight culture, with a sensitivity range of 75-95%. Newer methods, such as rapid antigen testing and transcription-mediated amplification, have even greater sensitivity, but are not in widespread use. The presence of T. vaginalis can also be diagnosed by PCR, using primers specific for GENBANK/L23861.
Morphologi
        The T. vaginalis trophozoite is oval as well as flagellated, or "pear" shaped as seen on wet-mount slide. It is slightly larger than a white blood cell, measuring 9 X 7 μm. Five flagella arise near the cytostome; four of these immediately extend outside the cell together, while the fifth flagellum wraps backwards along the surface of the organism. The functionality of the fifth flagellum is not known. In addition, a conspicuous barb-like axostyle projects opposite the four-flagella bundle; the axostyle may be used for attachment to surfaces and may also cause the tissue damage noted in trichomoniasis infections.
       While T. vaginalis does not have a cyst form, organisms can survive for up to 24 hours in urine, semen, or even water samples. It has an ability to persist on fomites with a moist surface for 1 to 2 hours.

Protein function

       T. vaginalis lacks mitochondria and therefore necessary enzymes and cytochromes to conduct oxidative phosphorylation. T. vaginalisobtains nutrients by transport through the cell membrane and by phagocytosis. The organism is able to maintain energy requirements by the use of a small amount of enzymes to provide energy via glycolysis of glucose to glycerol and succinate in the cytoplasm, followed by further conversion of pyruvate and malate to hydrogen and acetate in an organelle called the hydrogenosome

Virulence factors

       One of the hallmark features of Trichomonas vaginalis is the adherence factors that allow cervicovaginal epithelium colonization in women. The adherence that this organism illustrates is specific to vaginal epithelial cells (VECs) being pH, time and temperature dependent. A variety of virulence factors mediate this process some of which are the microtubules, microfilaments, adhesins (4), and cysteine proteinases. The adhesins are four trichomonad enzymes called AP65, AP51, AP33, and AP23 that mediate the interaction of the parasite to the receptor molecules on VECs. Cysteine proteinases may be another virulence factor because not only do these 30 kDa proteins bind to host cell surfaces but also may degrade extracellular matrix proteins like hemoglobin, fibronectin or collagen IV.

Genome sequencing and statistics

        The T. vaginalis genome was found to be approximately 160 megabases in size – ten times larger than predicted from earlier gel-based chromosome sizing  (The human genome is ~3.5 gigabases by comparison.) As much as two-thirds of the T. vaginalissequence consists of repetitive and transposable elements, reflecting a massive, evolutionarily-recent expansion of the genome. The total number of predicted protein-coding genes is ~98,000, which includes ~38,000 'repeat' genes (virus-like, transposon-like,retrotransposon-like, and unclassified repeats, all with high copy number and low polymorphism). Approximately 26,000 of the protein-coding genes have been classed as 'evidence-supported' (similar either to known proteins, or to ESTs), while the remainder have no known function. These extraordinary genome statistics are likely to change downward as the genome sequence, currently very fragmented due to the difficulty of ordering repetitive DNA, is assembled into chromosomes, and as more transcription data (ESTs,microarrays) accumulate. But it appears that the gene number of the single-celled parasite T. vaginalis is, at minimum, on par with that of its host H. sapiens.
        In late 2007 TrichDB.org was launched as a free, public genomic data repository and retrieval service devoted to genome-scale trichomonad data. The site currently contains all of the T. vaginalis sequence project data, several EST libraries, and tools for data mining and display. TrichDB is part of the NIH/NIAID-funded EupathDB functional genomics database project.

Increased susceptibility to HIV

       The damage caused by Trichomonas vaginalis to the vaginal endometrium increases a woman's susceptibility to an HIV infection. In addition to inflammation, the parasite also causes lysis of epithelial cells and RBCs in the area leading to more inflammation and disruption of the protective barrier usually provided by the epithelium. Having Trichomonas vaginalis also may increase the chances of the infected woman transmitting HIV to her sexual partner(s)